Edisi 26 Oktober 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianMental

Main sampai larut tanpa mengorbankan tidur dan telinga: panduan headset, volume, dan jam tubuh

Headset memungkinkan bermain tengah malam tanpa mengganggu tetangga, tetapi telinga dan jam tidur ikut membayar. Beberapa kebiasaan sederhana membuat sesi malam tetap aman.

Bagi banyak mahasiswa dan pekerja muda, waktu bermain gim yang tersedia hanyalah malam hari. Di kos dengan dinding tipis, headset menjadi jalan keluar: suara penuh untuk pemain, sunyi untuk tetangga. Itu solusi yang baik untuk hubungan bertetangga, tetapi memindahkan dua hal ke dalam kepala sendiri, yaitu beban pada telinga dan pergeseran jam tidur.

Pertimbangan ini muncul jelas dalam perbandingan yang ditulis POWER-UP, toko aksesoris gaming di Yogyakarta, ketika membahas pilihan antara headset dan speaker untuk kamar kos. Mereka mencatat sesuatu yang menarik: headset membuat pemain sadar waktu karena telinga meminta istirahat, sementara speaker membuat pemain lupa waktu. Dari sudut pandang kesehatan, sinyal dari telinga itu justru patut didengarkan, bukan diabaikan.

Baca juga: Kesepian di tengah keramaian: mengapa hubungan sosial termasuk urusan kesehatan

Volume yang aman bukan soal angka di layar

Kerusakan pendengaran akibat suara keras bersifat kumulatif dan tidak terasa saat terjadi. Patokan praktis yang sering disarankan ahli adalah tes percakapan: jika orang di sebelah berbicara dengan nada normal dan Anda tidak bisa mendengarnya sama sekali dengan headset terpasang, volumenya terlalu tinggi. Patokan lain adalah telinga berdenging atau terasa penuh setelah sesi berakhir. Keduanya adalah tanda untuk menurunkan volume pada sesi berikutnya, bukan sekadar efek samping yang akan hilang sendiri.

Godaan menaikkan volume biasanya datang dari kebisingan lingkungan, bukan dari gim. Kipas angin, suara jalan, atau tetangga yang masih terjaga membuat pemain menaikkan suara untuk menutupinya. Headset dengan bantalan yang menutup telinga dengan rapat memungkinkan volume lebih rendah karena kebisingan luar sudah teredam; inilah alasan kenyamanan bantalan sering disebut dalam saran pemilihan headset, termasuk oleh POWER-UP yang menekankan kenyamanan untuk sesi panjang di kamar tanpa pendingin udara. Telinga yang hangat dan gatal setelah lama memakai headset adalah alasan lain untuk melepasnya sejenak, bukan hanya soal suara.

Jeda untuk telinga sama pentingnya dengan jeda untuk mata. Melepas headset setiap pertandingan selesai, membiarkan telinga bernapas sambil mengambil air, sudah mengurangi paparan secara berarti. Untuk obrolan suara dengan teman, mikrofon yang baik justru membantu: pemain tidak perlu berteriak, sehingga tidak merasa perlu menaikkan volume untuk mendengar diri sendiri.

Jam tubuh yang bergeser diam-diam

Masalah kedua lebih sulit dirasakan. Layar terang, permainan yang menegangkan, dan interaksi sosial dalam gim membuat otak tetap terjaga jauh setelah tubuh lelah. Pola yang digambarkan POWER-UP tentang mabar anak kos, mulai jam sembilan dan berakhir dini hari, adalah pola yang akrab bagi banyak orang. Masalahnya bukan satu malam, melainkan ketika pola itu menjadi harian dan jam tidur bergeser tanpa pernah kembali.

Cara yang paling berhasil bukan melarang bermain malam, melainkan menetapkan batas akhir yang disepakati sebelum sesi dimulai, misalnya pertandingan terakhir diumumkan ke teman satu kelompok. Menurunkan kecerahan layar di paruh akhir sesi, mematikan notifikasi setelah berhenti, dan tidak membawa ponsel ke kasur membantu tubuh menangkap sinyal bahwa hari sudah selesai. Bagi yang harus bangun pagi untuk kuliah atau kerja, tidur yang terpotong terus-menerus akan terasa pada konsentrasi dan suasana hati lebih cepat daripada yang diduga.

Jika telinga berdenging tidak hilang setelah beristirahat, atau sulit tidur sudah berlangsung berminggu-minggu meski bermain sudah dikurangi, itu saatnya berbicara dengan dokter. Artikel ini hanya memberi kebiasaan umum, bukan diagnosis.

Bagi yang masih menimbang antara headset dan speaker untuk kondisi kamarnya, POWER-UP menerima pertanyaan lewat WhatsApp dan terbiasa menjawab berdasarkan situasi kos, bukan berdasarkan produk termahal. Apa pun pilihannya, telinga dan jam tidur tetap milik pemain, dan keduanya tidak bisa diganti dengan aksesoris mana pun.

LW
Lukman WiduriLukman Widuri menulis untuk Sehat Harian sejak 2025, terutama tentang gizi sehari-hari dan kesehatan mental. Ia punya kebiasaan membaca label kemasan di minimarket sebelum menulis apa pun tentang gula tersembunyi.