Pulang mudik dan lelah yang tidak kunjung hilang
Kelelahan setelah perjalanan panjang itu wajar.

Lebaran sudah lewat, koper sudah dibongkar, tapi badan masih terasa seperti masih di jalan. Banyak teman saya mengeluh hal yang sama minggu ini: susah bangun, kepala berat, dan rasanya tidak siap kembali bekerja.
Saya kira ini bukan soal lemah. Perjalanan mudik itu berat: jam tidur berantakan, makan tidak teratur, duduk berjam-jam, ditambah percakapan keluarga yang tidak selalu ringan. Tubuh dan pikiran butuh waktu untuk kembali ke ritme biasa.
Baca juga: Hujan seharian, olahraga tetap jalan: bergerak di ruang tamu tanpa alat
Memberi ruang untuk pulih
Yang membantu saya: tidur dan bangun pada jam yang sama selama beberapa hari, meski rasanya ingin tidur siang panjang. Makan pada jam makan biasa, bukan mengemil sisa kue Lebaran sepanjang hari. Jalan kaki sebentar di sore hari supaya badan ingat bahwa ia masih bisa bergerak.
Yang tidak kalah penting adalah memberi izin pada diri sendiri untuk pelan dulu. Minggu pertama setelah libur panjang tidak harus produktif penuh. Rumah tidak harus langsung rapi.
Kalau lelahnya disertai sedih yang dalam, sulit tidur berhari-hari, atau tidak ada minat pada apa pun selama lebih dari beberapa minggu, itu bukan lagi soal mudik. Bicarakan dengan dokter atau psikolog. Lelah biasa akan hilang; yang tidak hilang perlu didengar.