Edisi 26 Oktober 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianKeluarga

Mencegah jatuh di rumah: perubahan kecil yang melindungi orang tua lanjut usia

Jatuh adalah salah satu penyebab cedera paling umum pada lansia, dan sebagian besar terjadi di rumah sendiri. Kabar baiknya, banyak yang bisa dicegah.

Mencegah jatuh di rumah: perubahan kecil yang melindungi orang tua lanjut usia
Foto: D / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Bagi orang muda, terpeleset di kamar mandi berarti memar. Bagi lansia, hal yang sama bisa berarti patah tulang pinggul, berminggu-minggu di tempat tidur, dan penurunan kemandirian yang sulit dipulihkan. Rumah yang selama puluhan tahun terasa aman diam-diam berubah menjadi tempat dengan banyak titik risiko seiring bertambahnya usia penghuninya.

Sebagian besar jatuh pada lansia bukan karena kecelakaan besar, melainkan karena hal kecil yang bertumpuk: lantai licin, pencahayaan redup, keset yang tergulung, keseimbangan yang menurun, dan terkadang efek samping obat. Mengurangi faktor-faktor ini satu per satu secara nyata menurunkan risiko.

Baca juga: Layar dan anak: menentukan batas yang masuk akal tanpa drama setiap malam

Memeriksa rumah dengan mata yang berbeda

Kamar mandi adalah tempat yang paling sering disebut. Lantai basah, kloset jongkok, dan tidak adanya pegangan menjadikannya titik rawan. Pegangan tangan di dekat kloset dan tempat mandi, alas anti-licin, serta kursi mandi untuk yang kesulitan berdiri lama adalah perubahan yang relatif murah dibandingkan biaya satu kali cedera.

Di area lain, keset yang tidak melekat ke lantai, kabel yang melintang, perabot rendah di jalur lalu lintas, dan tangga tanpa pegangan layak diperbaiki. Lampu di lorong dan kamar mandi sebaiknya mudah dijangkau dari tempat tidur, karena banyak jatuh terjadi saat bangun di malam hari untuk ke kamar kecil.

Alas kaki juga sering terabaikan. Sandal jepit yang longgar atau kaus kaki di lantai keramik meningkatkan risiko terpeleset; alas kaki dengan sol karet dan bagian belakang yang tertutup lebih aman.

Menjaga tubuh tetap kuat

Lingkungan yang aman hanya setengah dari jawaban. Kekuatan kaki dan keseimbangan yang terjaga adalah pertahanan paling penting. Jalan kaki rutin, latihan berdiri dari kursi tanpa bantuan tangan, dan gerakan keseimbangan sederhana yang dilakukan sambil berpegangan pada meja dapat membantu, dan senam lansia di lingkungan sekitar menambah manfaat sosial.

Pemeriksaan mata dan pendengaran secara berkala ikut berperan, karena penglihatan yang kabur dan keseimbangan yang terganggu sering tidak disadari hingga terjadi jatuh. Beberapa obat, terutama yang menyebabkan kantuk atau pusing, dapat meningkatkan risiko, dan ini layak ditanyakan kepada dokter yang meresepkannya.

Jika lansia pernah jatuh, meski tanpa cedera berat, hal itu sebaiknya disampaikan kepada dokter. Satu kali jatuh sering menjadi petunjuk adanya masalah keseimbangan, tekanan darah, atau obat yang perlu dievaluasi, dan juga menimbulkan rasa takut yang membuat lansia enggan bergerak, yang justru memperburuk keadaan.

Mencegah jatuh bukan berarti membatasi gerak orang tua, melainkan memastikan mereka dapat terus bergerak dengan aman. Rumah yang disesuaikan dan tubuh yang tetap aktif memberi mereka kemandirian lebih lama, dan memberi keluarga ketenangan.

DK
Dimas KusnadiDimas Kusnadi adalah penulis paling produktif di Sehat Harian sejak bergabung pada 2025, dengan fokus pada kesehatan keluarga. Sebagian besar idenya datang dari grup pesan orang tua murid tempat ia menjadi anggota yang jarang bersuara.