Edisi 26 Oktober 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianMental

Menggulir layar hingga larut: kebiasaan kecil yang menggerus tidur dan suasana hati

Lima menit melihat ponsel sebelum tidur sering menjadi satu jam. Yang hilang bukan hanya waktu tidur, tetapi juga ketenangan pikiran.

Menggulir layar hingga larut: kebiasaan kecil yang menggerus tidur dan suasana hati
Foto: I / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kebiasaan ini begitu umum sehingga terasa normal: berbaring, mengambil ponsel untuk 'sebentar saja', lalu mendapati waktu sudah lewat tengah malam. Video pendek, lini masa yang tak berujung, dan grup percakapan yang terus aktif dirancang untuk mempertahankan perhatian, dan mereka sangat efektif melakukannya.

Dampak pertama yang paling terasa adalah tidur yang tertunda. Namun yang sering luput adalah dampak pada suasana hati: menggulir berita buruk, membandingkan diri dengan kehidupan orang lain, atau terlibat dalam perdebatan daring menjelang tidur meninggalkan pikiran yang gelisah, tepat ketika tubuh seharusnya menenangkan diri.

Baca juga: Beban mental yang tak terlihat: ketika lelah bukan karena pekerjaan fisik

Mengapa sulit berhenti

Aplikasi media sosial dibangun di atas mekanisme hadiah yang tidak terduga: kita tidak tahu apakah gulir berikutnya akan menampilkan sesuatu yang menarik, dan ketidakpastian itulah yang membuat kita terus mencoba. Ditambah cahaya layar yang menekan rasa kantuk dan isi yang merangsang pikiran, hasilnya adalah tubuh yang lelah tetapi otak yang enggan berhenti.

Rasa bersalah keesokan harinya jarang membantu. Banyak orang berjanji tidak mengulangi, lalu mengulanginya malam itu juga, karena kebiasaan ini bekerja pada tingkat otomatis, bukan pada tingkat niat.

Mengubah lingkungan, bukan hanya niat

Pendekatan yang lebih berhasil adalah mengubah kondisi di sekitar kebiasaan itu. Mengisi daya ponsel di luar kamar atau di seberang ruangan memaksa kita bangun untuk mengambilnya, dan hambatan kecil itu sering sudah cukup. Jam weker terpisah menghilangkan alasan 'ponsel harus di samping bantal'.

Mengatur ponsel ke mode tidur atau skala abu-abu pada jam tertentu membuat layar kurang menarik. Mematikan notifikasi grup di malam hari mengurangi dorongan untuk memeriksa. Beberapa orang merasa terbantu dengan menetapkan 'jam terakhir' yang jelas dan menggantinya dengan kegiatan yang tidak melibatkan layar, seperti membaca buku cetak atau peregangan ringan.

Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan apa yang dikonsumsi, bukan hanya berapa lama. Akun atau grup yang secara konsisten meninggalkan perasaan cemas, iri, atau marah layak dipertimbangkan untuk dibisukan atau ditinggalkan, setidaknya pada malam hari.

Jika sulit tidur, kecemasan, atau suasana hati yang rendah terus berlanjut meski kebiasaan layar sudah berubah, itu mungkin bukan soal ponsel. Berbicara dengan psikolog atau dokter adalah langkah yang masuk akal ketika keluhan mulai mengganggu fungsi sehari-hari.

Ponsel tidak harus menjadi hal terakhir yang dilihat sebelum tidur dan hal pertama saat bangun. Mengembalikan jam-jam itu kepada diri sendiri adalah salah satu perubahan kecil dengan hasil yang paling cepat terasa.

LW
Lukman WiduriLukman Widuri menulis untuk Sehat Harian sejak 2025, terutama tentang gizi sehari-hari dan kesehatan mental. Ia punya kebiasaan membaca label kemasan di minimarket sebelum menulis apa pun tentang gula tersembunyi.